Beberapa waktu lalu kita dikejutkan dengan adanya kasus yang melibatkan presenter terkenal, Raffi Ahmad. Dan kasus yang menimpanya merupakan kasus narkoba. Banyak orang tidak percaya bahwa Raffi Ahmad mengkonsumsi narkoba. Saya menulis artikel ini bukan berarti saya ingin membela Raffi Ahmad. Mungkin banyak dari pembaca yang mengira bahwa saya adalah penggemarnya. Itu salah. Saya bukan penggemar Raffi Ahmad. Saya menulis artikel ini karena saya merasa ada kejanggalan dan ada sesuatu yang ditutup-tutupi oleh BNN.
Pada awalnya saya punya banyak pertanyaan tentang kasus yang menimpa Raffi Ahmad ini. saya rasa bukan hanya saya, hampir semua masyarakat Indonesia akan penasaran karena ini menyangkut publik figur. Maka untuk menjawab pertanyaan yang ada dibenak saya, saya terus mengikuti perkembangan kasusnya sampai beberapa hari yang lalu. Bukannya pertanyaan saya terjawab, justru semakin banyak pertanyaan yang muncul. Dan akhirnya kasus ini memiliki beberapa kejanggalan.
1. Kejanggalan pertama adalah narkoba yang ditemukan di rumah Raffi Ahmad. Masyarakat banyak yang mempertanyakan apakah benar obat terlarang itu milik Raffi Ahmad secara pribadi? Atau milik orang lain yang ingin menjatuhkan Raffi? Saya rasa BNN tahu tentang pertanyaan yang berkembang di kalangan masyarakat ini. tapi dari perkembangan kasus yang saya ikuti rasanya BNN tidak menyebutkan bahwa benar itu milik Raffi Ahmad karena ada sidik jari atau menjelaskan ada bukti yang pasti bahwa itu adalah milik Raffi. BNN hanya berpatokan bahwa itu milik Raffi karena ditemukan di rumah Raffi.
Sebenarnya pertanyaan itu bisa dijawab dengan uji sidik jari bukan? Tapi saya rasa kalau BNN melakukannya pun, akan sulit mendeteksi sidik jari yang terdapat di botol obatnya. Karena pihak BNN sendiri memegang barang bukti tersebut dengan tangan telanjang, tanpa sarung tangan. Padahal setahu saya, barang bukti sekecil apapun harus diamankan dengan sangat hati-hati. Agar barang bukti itu tetap kuat. Maka tidak boleh sembarang orang memegangnya, dan kalaupun di pegang perlu menggunakan sarung tangan, agar sidik jari penyidik tidak menempel dan membingungkan penyelidikan.
2. Kejanggalan kedua terdapat dari pihak BNN sendiri. Kesaksian dari BNN yang seolah ingin menunjukkan dirinya hebat justru membuat saya terheran-heran. Dari beberapa berita di media, BNN mengatakan telah mengintai rumah Raffi selama tiga bulan karena Raffi dicurigai telah menggunakan narkoba. Tapi beberapa media yang lain memberitakan kesaksian dari pihak BNN sendiri bahwa bukan Raffi yang diintai, tetapi temannya yang kebetulan saat itu datang ke rumah Raffi.
Jika kedua berita yang berbeda ini hanya datang dari satu atau media, mungkin bisa diragukan kebenarannya. Kalau dari beberapa? Apalagi berita-berita itu muncul di media elektronik yang jelas terlihat siapa narasumber yang berbicara.
3. Penangkapan Zaskia Sungkar dan Irwansyah juga terasa janggal bagi saya. Karena mereka ditangkap justru setelah penggeledahan di rumah Raffi berlangsung. BNN mengatakan bahwa mereka datang kerumah Raffi karena disinyalir di rumah raffi sedang diadakan pesta narkoba dari malam hari. Sedangkan Zaskia dan Irwansyah baru saja tiba saat mereka menggeledah rumah Raffi. Secara logika, siapa pun yang ada disana akan berpikir Zaskia dan Irwansyah tidak mungkin terlibat karena baru saja datang. Apalagi jika memang benar BNN sudah mengintai dari tiga bulan sebelumnya, tentu mereka bisa tahu siapa saja yang berpesta narkoba pada malam harinya. Penangkapan Zaskia dan Irwansyah saya rasa tanpa alasan.
Apalagi ketika mengikuti berita saat ayah Zaskia, Mark Sungkar, mengatakan bahwa ada yang mengundang Irwansyah atas nama Raffi untuk datang kerumah Raffi saat penangkapan terjadi. Padahal saat itu Raffi tidak memegang BBM. Pertanyaan makin banyak muncul di benak saya.
4. Lalu kejanggalan berikutnya adalah ketika Raffi Ahmad ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti bersalah. Tidak ada yang janggal tentang itu. Tapi yang janggal adalah dengan tidak ditetapkannya teman-teman Raffi Ahmad sebagai tersangka. Ada sekitar delapan orang yang positif menggunakan narkoba. Lalu kenapa hanya Raffi yang ditetapkan sebagai tersangka? Tujuh orang lainnya bagaimana? Apa karena mereka anak orang-orang penting maka mereka dibebaskan dari tuduhan? Bukankah itu tidak adil? Bahkan jika ada anak Presiden sekalipun, jika dia positif menggunakan narkoba maka dia juga harus mendapat sanksi sesuai hukum. Tidak boleh ada yang kebal hukum.
5. Dari pemberitaan media, BNN menetapkan tujuh orang lainnya harus mendapatkan rehabilitasi di Lido, Sukabumi. Namun Raffi tidak boleh, dia harus ditahan. Apakah ini benar? Mereka sama-sama pemakai. Maka perlu diperlakukan sama. Jika memang harus dihukum lebih dulu sebelum menjalani rehab, maka semuanya harus dihukum. Mengapa hanya Raffi?
Saya terheran-heran dan merasa begitu lucu begitu mendengar ada pihak yang mengharuskan Raffi ditahan dan tidak boleh mengikuti rehabilitasi karena dia pemakai musiman. Dari kalimat yang digunakan, seolah dapat diartikan bahwa pemakai musiman lebih berbahay dari pecandu. Sehingga pemakai musiman harus dihukum lebih berat dari seorang pecandu yang bisa melakukan segala macam cara untuk mendapatkan obat. Hal ini membuat saya heran dan terasa janggal. Karena bagi saya, yang namanya pemakai musiman atau pecandu sama saja. Mereka sama-sama memakai barang haram. Kalau dia pengedar, baru perlu dijatuhi hukuman seberat-beratnya dibanding pemakai.
6. Penetapan Wanda Hamidah sebagai Duta Anti Narkoba juga terasa janggal bagi saya. Beberapa hari sebelumnya, Wanda ditangkap BNN sebagai tersangka walaupun belum terbukti bersalah. Lalu kemudian setelah dinyatakan tidak bersalah langsung diangkat menjadi Duta Anti Narkoba. Rasanya aneh. Apakah menjadi Duta Anti Narkoba perlu ditangkap dulu oleh BNN? Atau mungkin pengangkatan Wanda sebagai Duta hanya sebagai tanda permintaan maaf karena merasa bersalah telah menangkap Wanda padahal tidak bersalah?
7. Lalu dalam pernyataan BNN dalam menetapkan tersangka, saya rasa tidak adil dan ada hal yang janggal. BNN terus menerus menyebutkan nama Raffi sebagai tersangka kepada media. Namun tersangka yang lain tidak. Bahkan sepertinya media diminta mengaburkan wajah tersangka lainnya dan ada juga yang disembunyikan oleh BNN. Alasannya hanya karena orang tua mereka. BNN beralasan agar nama orang tua mereka yang diantaranya merupakan pejabat dan pengacara tidak jatuh. Lalu bagaimana dengan Raffi? Apa karena orangtuanya hanya orang tua biasa maka tidak perlu ditutupi? Saya rasa BNN tidak konsisten dalam hal ini. Jika ingin menutupi, lebih baik ditutupi dari awal. Bukan dibuka dari awal untuk mengesankan BNN hebat, tapi akhirnya malah ditutupi kembali karena menyangkut kepentingan pihak tertentu. Jika nama orang tuanya jatuh, itu adalah resiko yang harus ditanggung orang tua yang bertanggung jawab terhadap anaknya.
Saya rasa kejanggalan-kejanggalan diatas juga dirasakan oleh beberapa orang selain saya. Jika ada pihak yang tidak berkenan dengan tulisan saya ini, saya mohon maaf. Tulisan ini bukan untuk menjatuhkan BNN, tapi justru untuk mencari jawabannya. Siapa tahu ada dari pihak BNN atau yang terkait yang membaca tulisan ini dan bersedia menjawabnya.
Kasus Raffi Ahmad kali ini dapat membuka mata saya satu kali lagi tentang hukum di Indonesia. Ternyata hukum di Indonesia belumlah tegas, pasti, dan memaksa seperti ditulis dalam teori-teori hukum. Apalagi menyangkut kepentingan, uang, dan kekuasaan. Hukum di Indonesia masih kalah oleh kepentingan, uang, dan kekuasaan. Orang kecil belum diberikan kesempatan untuk menang dalam hukum Indonesia. Kecuali jika seluruh rakyat sudah berdemo, mengancam menghancurkan hukum yang ada, barulah hukum Indonesia akan adil. Tapi jika harus selalu rakyat berdemo dan mengancam, lalu apa gunanya ada hukum?
Februari 12th, 2013 at 09:22
setuju dengan pendapat tulisan diatas
Februari 12th, 2013 at 13:52
suka banget dengan ulasannya.
Februari 12th, 2013 at 15:04
Totally agree!
Februari 12th, 2013 at 15:06
Ulasan yang lugas,,semoga raffi ahmad bisa menjalani proses dengan baik dan lancar .
Februari 12th, 2013 at 15:15
Dari semua segi…..Manusia Indonesia harus dibenahi. Terutama dalam bidang HUkum & Pemerintahan………
Mudah2an ada Orang2 yang memiliki keterkaitan dengan hukum, pemerintahan serta kepentingan orang banyak yang membaca dan bisa memberikan jawaban sebagai penjelasan nyata akan pertanyaan2 yang muncul dari kami orang-orang awam yang merindukan ketegasan hukum………
Februari 13th, 2013 at 00:42
SETUJU, HUKUM DISINI HUKUM KEKUASAAN DAN UANG TIDAK ADA KEADILAN DI INDONESIA RAYA INI
LEBIH PARAH APARATNYA SUKA NANAM BUKTI , AKU PERNANG NGALAMI DI MEDAN DULU TAHUN 2006 PAS RAJIA KELENGKAPAN KEDARAAN POLISI LETAKIN LINTING GANJA KE MOBIL AKU , DAN DITUDUH MEMILIKI
TAPI UJUNG UJUNG NYA NINTA UANG DAMAI DI TEMPAT
tapi permasalahan sebenar nya bukan aparat nya dan tidak semudah yang kita pikirkan
masalahnya moral bangsa ini yang sudah mendarah daging KKN nya, nga usah munafik ‘ kalau anda pejabat pasti korup juga, dan kalau anak anda bermasalah pasti cari jalan pintas juga
Februari 13th, 2013 at 06:45
Setuju.
Tulisan anda sangat mewakili pertanyaan di kepala saya.
Terima kash
Februari 13th, 2013 at 10:15
Hukum di negeri ini lebih terasa sebagai bursa transaksi dan alat politik. Siapa memegang kekuasaan dan kepentingan, di sana hukum menyandarkan kepalanya.
Salam
Februari 13th, 2013 at 17:35
Ada begitu banyak kejanggalan dan memang terindikasi semacam mafia “uang” di dalam BNN karena mmg ada bbrp oknum mafia “uang “di BNN,yang motonya : Ingin bebas,ingin diperbaiki nama baiknya…silahkan setor Rp……. ke account tertentu…sudah bukan rahasia lagi. Karena pernah ada oknum dari BNN yang menawarkan menjual mobil tersangka kepada klg kami…ketika kami tanya. mobil tersangka yang minta dibebaskan dan ini hadiahnya…..
Februari 13th, 2013 at 21:46
BNN punya maksud jahat neeh kayaknya. Ga jelas gitu. Ga prof. Sejak awal yg di besar2 raffi, yg laen ga jelas, maen di lepas z. Ada udang di balik batu… Fungsi pencegahan di BNN juga sudah Gagal Total… Makan gaji buta.
Februari 14th, 2013 at 10:24
benar banget dach..ni kdg2 indonesia di juluki omdo ( omong doang )…dr berbagai segi indonesia selalu mengunakan kata siapa hebat dia berkuasa..saya merasakan keganjalan juga terhadap kasus raffi ahmad yg menurut saya layaknya skenario sinetron,,,sama halnya saya bkn tifikal org yg sng dgn artis ato fans,tp setdknya saya bicara sebagai manusia yang bersosial,banyak hal kebebrokan indonesia,dr kepntgn individu,golongan,,hukum di indonesia lemah,sudah byk di media yg menyatakan lemahnya hukum untuk kaum lemah…tp terserah mereka yg merasa hebat,toh dosa individu masing2 yg nangung.harusnya pemerintah yg bisa intropeksi terhadap segalah hal…tingal di perbaiki dlm hal hukum ato di tiadakan hukum,,sumpah jabatan bkn patokan mereka bekerja dgn fakta,tp say to money lah mereka bekerja..ya UUD lach ujung2nya duit…jjr aparat,badan pemerintahan,legeslatip.bkn contoh yg baik untuk generasi kita,tp msh byk saja yg bangga atas jabatan yg di dpt..tp logika kalo semua org tau salah,semua tau dosa lantas siapa yg mo nguni api neraka…yah tergantung kita lah berpikir ke arah mana……good job lah buat artikel ini
Februari 14th, 2013 at 10:53
Ada 2 hal yang harus dihindari di negara Indonesia ini, satu berhubungan dengan hukum kedua adalah berurusan dengan rumah sakit, karena ke dua lembaga ini hanya untuk orang berkuasa dan banyak uang. Bagi sebagian besar rakyat Indonesia yang masih miskin dan primitif harus lach berhati-hati untuk tidak berhubungan dengan kedua lembaga tersebut. Maka dari itu, mari kita berdoa semoga kita selalu sehat dan selamat sampai akhir hidup. amin
Februari 14th, 2013 at 11:44
Setuju. Saya juga bukan fans Raffi, tapi saya juga merasa, terlalu banyak kejanggalan di kasus ini. Saya harap Raffi bisa keluar secepatnya. Malah saya sempat mengira ini suatu pembunuhan karakter bagi Raffi.
Februari 14th, 2013 at 12:19
Sebenarnya BNN dan perangkat hukum terkait lainnya (POLRI,Kejaksaan) di negara ini hanyalah berisi orang orang yang MUNAFIK yang pintar membuat yang salah jadi benar dan yang benar jadi salah.
Februari 14th, 2013 at 12:34
sama dgn apa yg saya dan mungkin orang se-indonesia pikirkan… dan s/d hari ini Raffi tidak pernah ditampilkan oleh BNN, ada apa?
Februari 14th, 2013 at 21:58
is true, i so much agree
Februari 15th, 2013 at 08:31
BNN memang lebay, mengintai 3 bulan untuk 2 linting ganja ? Klo soal minum obat turunan khatinon, mungkin Raffi hanya untuk jaga stamina tanpa tau obat yang diminumnya berbahaya. Semoga kebenaran terungkap, aamiin yra.
Februari 15th, 2013 at 10:14
saya sangat setuju dengan tulisan anda, bahkan sampai saat ini kita semua tidak tahu siapa target BNN sebenarnya yang kata nya BNN sudah 3bulan dalam TO
Februari 15th, 2013 at 10:29
Saya sangat sependapat dengan tulisan anda, mewakili yg ada dibenak saya selama ini
Februari 15th, 2013 at 10:50
kalo hukum indonesia ga adil, hukum Allah jauh lebih adil. Allah selalu bersama orang yg benar kok. toohh raffi nya aja santai dan tenang
Februari 15th, 2013 at 11:43
iya betul banget tuh,, artikelx mewakili pertanyaanku juga….mmg BNN hrs d hancurkan aja kl bgtu…BNN lg nunggu duit sogokan dr pihak raffi tuh secara raffi banyak duitx….
Februari 15th, 2013 at 13:27
BNN : Badan Narkotika Nasinal atau badannya neko neko
klu baca diatas cukup mengulas bagaimana cara kerja Badan NN
berbeda sama cara kerja negara luar barang bukti maen pegang gk pakai pengaman
padahal klu ngikutin caranya bisa dibanggakan tu
buat Raffi tetep aja inget diatas hukum ada hukum yang paling Adil
smoga Raffi senang menjalani apa yang sedang menimpa Raffi
Februari 15th, 2013 at 14:13
Totally agree… sooner or later the truth shall prevail.
Februari 15th, 2013 at 14:40
kita liat saja gimana nanti prosesnya
Februari 15th, 2013 at 14:50
ya hukum di Indonesia belum tegas,,masih pilih2,,yg berduit bisa dikurangi sangsinya..tentang Raffi masih belum jelas bersalah atau tidak.
Februari 16th, 2013 at 05:13
Raffi..
Konspirasi antara Yuni Shara yg tidak suka dan cemburu dengan Wanda Hamidah.
Kita tahu seberapa kedekatannya Yuni dengan Raffi.
Yuni sbg orang yg menyukai Raffi tentunya cemburu dengan Wanda. kesimpulan sy, Raffi adalah korban konspirasi Yuni Shara. Slain itu, pemberitaan Raffi digunakan media sebagai pengalihan berita supaya tidak memperhatikan berita NasDem yg kacau.
Ya itulah Raffi, korban media dan beberapa orang tertentu yg memanfaatkan momentum keartisannya sbg berita pengalihan atas kasus-kasus korupsi, berita-berita kepartaian dan kekacauan para elit politik. atau bisa jadi kasus Raffi merupakan ajang sbg jalan untuk mencari “penghasilan tambahan” oleh BNN. Masak ada kasus 3 bulan pengintaian hasilnya 2 gelintir ganja??, yaaa, slain dapat uang pengintaian 3 bulan, kasus Raffi Ahmad akan membuat aliran keuangan mengalir deras ke kantong-kantong para segelintir orang yang berkepentingan dengan Raffi. sperti, ” hey Raffi!! lu mau bebas brani brapaa??!!”, nah itu nada-nada pertanyaan yg bsa dibuat utk cara cari dana tambahan.. okay, ini hanya opini sy sndiri, jika ada salah, murni salah sy, bukan pmilik yg mengulas ini. :D. semangat Raffi, psti ada jalan kluar…….
Februari 16th, 2013 at 12:05
saya juga sangat bukan pendukung Raffi, tapi sejak dia terkena kasus hukum, dia membuka mata saya mengenai bagaimana hukum di Indonesia, banyak kejanggalan yang tak terjawab sampe kasus berjalan hampir sebulan ….
Februari 16th, 2013 at 15:31
waduh kalo ulasannya bener, bisa gawat dah…. SBY………………….. I need U’r help
Februari 16th, 2013 at 17:50
betul… terlihat sangat ganjal.. sangat tidak adill,, membingungkan,,
Februari 17th, 2013 at 06:33
Saya setuju sekali dengan artikel yang anda tulis. Hukum di Indonesia memang tak pernah adil contohnya rasyid rajasa yang jelas2 menabrak 2 org sampai meninggal tak pernah masuk tahanan sel tapi kasus raffi ahmad yang tidak jelas dan tidak pasti tapi sampai sekarang masih di penjara. Sepertinya polisi, pejabat, anggota2 DPR adalah mafia2 dan kriminal2 yang sebenarnya di negara kita ini yang bisanya memeras, memanipulasi, membohongi dan merampok rakyat.
Februari 17th, 2013 at 17:32
setuju bgt bnn itu kelihatan bgt pengen di katakan hebat,dg kasus rafi bnn jd dikenal,pada hal sebelumnya ga dikenal,numpang tenar aja tuh bnn,padahal ada udang di balik batu tuh,mudah mudahan kuasa hukum raffi pinter bisa menyelamatkan rafii dr kepentingan org2 tertentu.
Februari 17th, 2013 at 19:22
say juga heran sama BNN,,kita tung rafi ahamd ngom dimedia ntar kalo sudah waktunya
Februari 18th, 2013 at 10:45
benar mbk mayang…….
gimana pemberantasan narkoba bsa dilakukan law hukum kyak gini, kita jga harus hormati BNN. mentang2 org terkenal yg kna kasus BNN jd lmah…..
Februari 18th, 2013 at 10:48
coba aja kuli bngunan yg kena kasus tsb, pasti langsung di ceblosin penjara.
Februari 18th, 2013 at 12:08
totally agree…..BNN terkesan fair, kayaknya sengaja dipanjang2in n dilama2in kasusnya…..
Februari 18th, 2013 at 14:53
Setuju Bung dengan analisis anda,
Saya bukan fans, teman, atau sodara nya Raffi Ahmad, tapi harusnya kl kelasnya BNN ya mestinya pengedar kelas kakap lah yg dicokok, dengan jumlah barang bukti dan uang yang besar. Apalagi sudah diintai berbulan-bulan.
Februari 18th, 2013 at 16:13
janggal, terlalu dibuat-buat dan terlalu banyak alay yg pengen jd pahlawan,,,, tapi kebenaran pasti terbukti
Februari 18th, 2013 at 18:11
SAYA DUKUNG BNN…… tumpas habis pengedar NARKOBA… Dipengadilan nanti yang membuktikan….
Februari 18th, 2013 at 19:03
Sependapat dengan saya, bahkan bisa jadi pengalihan isu-isu yang akan di munculkan atau yang sudah muncul.
Kalau saya lihat rafi tampil sering di stasiun TV baik pagi, siang dan malam. Lha kalau benar-benar pecandu pasti kelihatan dong raut wajahnya pecandu atau bukan, atau kalau efeknya bisa lama kan rafi pagi-pagi ngisi acara juga di tv swasta, pasti keliatan sudah memakai.
Februari 18th, 2013 at 19:25
Benar itu..kasus Raffi yang di angkat kasus yang lain terlewatkan..
Februari 18th, 2013 at 20:25
yang dipikiranku sama dengan penulis, hanya aku tdk bisa tuangkan dalam tulisan seperti itu. tulisannya sangat lugas, jelas, mudah dipahami. salud
Februari 19th, 2013 at 12:09
setuju……
mereka yang menciptakan aturan dan mereka pula yang melanggarnya.
Februari 19th, 2013 at 13:09
Saya sependapat dengan tulisan anda. Hukum di indonesia bukan tidak tidak adil, tapi hukum indonesia sudah bobrok. Seorang Raffi harus diperlakukan yang tdk adil oleh BNN dan tidak ada kejelasan sama sekali. Misalkan saja kasus anak Hatta Rajasa yng mengakibatkan kematian, sepertinya santai aja, dan anaknya tidak dipenjarakan, malah enak2 aja. I am very..very.. comfused
Februari 19th, 2013 at 14:45
Memang banyak sekali kejanggalan di kasus nya raffi,…
khatinon itu masih di jual bebas di luar negri kan ???
BNN ini gimana sih,.. ga uptodate banget,…
#ckckckckck
Februari 19th, 2013 at 17:05
Mungkin mau menaikkan reputasi BNN yg ketutup sama KPK beritanya so liat aja perkembangannya semua pasti keliatan
Februari 20th, 2013 at 08:09
Sik asyik asyik,… ada BANK RAFFI,….yg jelas ATM nya lancar sejahtera tanpa jeda….
Februari 20th, 2013 at 10:54
Semoga keadilan segera ditampakan bagi mereka yang dzolim
Februari 20th, 2013 at 11:57
Kalo memang Raffi Ahmad benar bersalah, silahkan dijalankan proses yang seharusnya.
Tapi apakah benar langkah yang diambil BNN dengan menganggap Khatinon itu dilarang di Indonesia? Apakah undang-undang yang dipakai untuk menjerat Raffi Ahmad bisa di pakai padahal BNN menganggap itu zat baru? kalo zat baru berarti belum masuk dalam undang-undang donk? mohon pencerahannya? Setahu saya undang-undang gak bisa semudah itu dirubah, jika memang belum diatur oleh undang-undang berati tidak bisa dijerat undang-undang donk? sebagai contoh beda kasus antara “MANTAN ANGGOTA DPR YZ VS PENYANYI DANGDUT ME” mereka bebas dengan alasan hukum nya belum diatur sedangkan “ARIEL VS CUT TARI VS LUNA MAYA” Ariel bersalah karena udah ada undang-undangnya???? kalo begtu apakah kasus Raffi Ahmad bisa masuk dalam kategori seperti ini? mohon bagi yang lebih faham memberikan penjelasan.
Februari 20th, 2013 at 21:15
kalo emang raffi bersalah silahkan ditindak lanjuti. BNN harap berikan bukti2 dan rilis di media agar semua org tau karena jujur saja saya penasaran dengan kasus ini
dan untuk masyarakat diharapkan sabar dan tidak menyebarkan BC hoax di BBM
saya tunggu kelanjutannya
Februari 21st, 2013 at 17:19
Saya sangat setuju dengan penulis. Zat yg terkandung dalam urine Rafli juga bukan/belum termasuk di daftar zat yg dilarang dalam UU. Jangan2 kalo Rafli rajin minum beras kencur juga kena ciduk lagi. Wkwkwkw….
Banyak rekayasa, BNN mbulet…
Februari 22nd, 2013 at 14:06
Dari awal ini kasus emg katrok.. namanya tertangkap tangan kok nggak langsung terbukti.. Raffy ditangkap karena mau masuk PAN. Gw nggak suka Raffy gw jg nggak suka PAN, tapi yang paling gw benci org BNN yg njebak Raffy. Nangkap orang kok nggak jelas alasannya. Mbok pinter dikit dong, jebak dgn cara yang halus.. Harusnya nanti, kalo Raffy bersih, tuntut balik tuh BNN, apalagi yg namanya Sumirat..
Februari 22nd, 2013 at 17:13
ngapain sih bnn repot2 ngurusin RA? kalau ga mau direhab ya suds lepasin aja, biarin aja RA kecanduan, sakaw, tapiiii resikonya tanggung sendiri ya kalau sampai meregang nyawa.. jangan salahin orang lain. aneh, mau direhab ko ga mau, pasti alasannya kerjaan, kl di rehab/penjara, RA ga bisa nyari duid, secara RA emg tumpuan keluarganya kan…
Februari 23rd, 2013 at 10:34
saya setuju dengan tulisan anda
saya jga merasa sangat janggal sama kasus rafi…
sya merasa BNN itu tidak adil…
apa mungkin BNN malu klo mengakui klo mrka salah tangkap..
padahal rafi itu tidak meroko masa lintingan ganja punya rafi…
BNN tuh sebener’y pinter apa apa sih ????
Februari 23rd, 2013 at 14:19
siapa yg menjebak raffi siap berhadapan dengan gua, dasar anjing lu pada
Februari 23rd, 2013 at 15:59
good opinion, agree
Februari 25th, 2013 at 07:57
Barang sitaannya cuma 2 linting ganja sama brp butir kapsul methylon ya secara aturan belum diundangkan keterlarangannya. Ga terlalu sedikit tuh untuk level BNN?
Februari 25th, 2013 at 09:43
Kita cuma bisa berdoa supaya Tuhan memberkati bangsa dan melindungi rakyat kecil yang sering di jadikan kambing hitam oknum tidak bertanggung jawab. Dan aparat di Negara ini memang masih mengutamakan CARI MUKA dan takut sama pejabat dan konglomerat. Kalo punya uang banyak dan pejabat, anda bisa nyaman tinggal di Negara ini, tapi kalao Anda hanya masyarakat kebanyakan seperti Raffi, yah hanya bisa menerima nasib. Semoga Raffi tabah dan mendapat keadilan.
Februari 25th, 2013 at 10:00
pelangi..pelangi.. alangkah indahnx.. merah kuning bla .. bla.. bla.. ( yap sdikit lg masa kcil gw ne hehe )
dan itulah hukum di negara kita gan ! \ PELANGI \.. keadilan dan smua proses mencapai keadilan (ptsan inkrach) sangat berWARNA, wlo dalam kasus yg sama.
sangat tergantung bgd ma :
sapa yg jdi korban
sbrp besar kekayaan korban
sbrp penting posisi korban… etc
hmm.. ya ALLAH, skali skali tunjukin dunk ! gmn orang\ yg memperjual belikan keadilan kau siksa
Februari 25th, 2013 at 10:14
nice post..
Februari 25th, 2013 at 13:57
ni negara udah emang kayak neraka .. nyari kebenaran aja susah setengah mati
tu 2 linting ganja bisa aja di bawa ama bnn lalu di lempar di kolong meja lalu di bilang di temukan di rumah raffi .. memang hukum di indonesia ini harus dihancurkan dulu . baru di bangun lagi
undang2nya kampreeettt abal-abalan . semakin lama semakin muak aja hidup di indonesia ini
Februari 25th, 2013 at 16:07
Pesan moralnya adalah : Jangan pernah bergaul/kumpul dengan bandar narkoba ! Raffi kelihatannya org baik tp kesalahannya adalah membiarkan temannya yg ditengarai sbg bandar narkoba bermalam di rumahnya.
Februari 25th, 2013 at 19:15
tidak sepenuhnya setuju dengan tulisan ini.
1. bagaimana tahu bnn tidak pakai sarung tangan. jadi barang itu milik raffi 50%
2. yang ini setuju
3. yang datang ke tempat kejadian wajib dicurigai. walaupun praduga tidak bersalah harus dipegang.
4. dari mana tahu bahwa teman raffi tidak jadi tersangka? kita lihat proses hukumnya.
5. raffi juga disukabumikan eh maksudnya ikut direhabilitasi
6. yang ini setuju
7. harap maklum bnn perlu image untuk setoran ke bosnya.
yang penting pengadilannya harus adil jika raffi memang salah ya harus dihukum tetapi jika tidak terbukti ya dikembalikan nama baiknya, ada artis yang berbuat lebih jelek aja keluar dari penjara masih laku. kita dukung dan say no to drug. mulailah dari diri sendiri.
Februari 25th, 2013 at 23:13
Setuju dengan penulis, dari awal saya sekeluarga sudah tercengang melihat barang bukti dipegang bebas. Sungguh janggal, seharusnyakan barang bukti itu diamankan karena disana ada sidik jari pelaku.
Pasti ada permainan, tentunya semua mengerti, tanpa suatu kasus maka tidak ada prestasi,
kasus yang besar atau dibesar-besarkan sangat berpotensi untuk menunjang karir.
Februari 26th, 2013 at 11:25
Kejadian ini intinya adalah:
“BNN SEDANG MEMPROMOSIKAN PRODUK NARKOBA BARU”
Coba jika kasus ini tidak terlalu di-blow up, masyarakat tentu tiak mengetahui tentang Khatinon. Dan sepertinya BNN terlalu membesar-besarkan “penemuan narkoba baru tentang Khatinon”